Bus keluar dari kapal dan melanjutkan perjalanan lagi menuju Terminal
Mandalika Mataram. Sebetulnya Mataram bukanlah tujuan akhir, Bus ini akan berhenti terakhir di Terminal Bima.
Jalanan demi jalanan sudah
dilalui, akhirnya satu persatu penumpang turun, termasuk dua mbak-mbak yang
duduk diatas sound system.
Lagi-lagi saya mengantuk dan
mulai lelah, nasi kotak yang saya dapat bus tadi pagi tidak saya makan. Mulut
rasanya sudah pahit, badan juga mulai lelah dan ingin segera mandi.
Kurang lebih empat puluh
menit perjalanan, akhirnya kamipun mengakhiri perjalanan dan tiba di Terminal
Mandalika.Kami tidak turun didalam Terminal, kami turun di depan pintu masuk
Terminal. Beberapa barang bawaan saya pegang dan saya bawa dengan erat, hal ini
dilakukan untuk menghindari pengangkut barang yang terkadang meminta bayaran
yang berlebihan.
Misal sudah diberi Rp.5000, minta tambahan Rp.10.000 dan seterusnya.
Bawa barang bawaanmu dengan baik |
Pengalaman ini juga pernah saya dapat dari ceritanya Mas Inggit (lajurpejalan.com) , waktu itu di Bima mas Inggit pernah dimintai uang secara paksaan, dan kondisi keuangan sudah menipis, jadi Mas inggit menggertak kuli barang tersebut. Awalnya sudah diberi uang, tapi masi mengeluh kurang. Padahal tidak minta dibawakan barangnya.
Setelah turun dengan
selamat, akhirnya kami berjalan menuju ke warung untuk membeli beberapa kebutuhan
sekaligus mencari informasi mengenai angkot yang akan kami tumpangi nanti. Setelah
mendapatkan informasi saatnya kami mulai berjalan kaki untuk keluar dari
Terminal Mandalika.
Kami berjalan untuk sampai ke sisi jalan raya tempat bemo lewat. Setelah itu kami menunggu bemo berwarna
putih, setelah mendapatkan bemo dan bernego harga, dapatlah harga deal Rp.12000 perorang rute dari Jalanan depan masuk Terminal Mandalika sampai Pelabuhan menuju Gili Trawangan.
Sangat murah meriah
Karena perjalanan cukup jauh, pertama melewati perkotaan disusul masuk ke hutan yang berkelak-kelok dan lainnya.
Waktu tempuh kami sangat lama, saat hendak menuju pelabuhan karena bemo ini berhenti-berhenti terus untuk mengambil barang-barang yang akan diantar ke Gili. Sampai-sampai pada akhirnya Jun sudah mulai lelah dan kesal sendiri dengan bapak supir.
Saya sampai ingat betul, melewati Toko MJM saja sudah lebih dari 6x sampai saya mulai hafal dengan jalanan itu. Tapi bagaimanapun juga harus tetap bersabar.
Setelah kurang lebih satu jam berputar-putar keliling, akhirnya mobilpun berhenti di pertokoan sepeda. setelah bapak supir memasukkan beberapa barang, Jun akhirnya bertanya " Pak, mau sampai kapan ini ? Masih lama ya "
Pak supir, " Oh, engga ini sungguhan yang terakhir, habistu berangkat, tunggu ya "
Dengan wajah yang sudah mulai lelah Jun hanya menganggukkan kepala.
Dan pada akhirnya mobilpun berjalan menuju pelabuhan.
Tips
- Sebelum turun dari bis, chek barang-barang kamu agar tidak ada yang tertinggal di bis.
- Saat turun di Terminal Mandalika, usahakan bawa barang-barangmu dengan baik, pastikan tidak terbawa oleh kuli barang (dibawakan) dan minta upah. karena terkadang mereka bisa meminta upah dengan harga tidak wajar. (Kecuali memang minta dibawakan ya)
- Saat turun di Terminal Mandalika, sebaiknya turun di depan Gerbang saja, agar nantinya saat keluar mencari bemo, kamu tidak terlalu berjalan jauh.
- Pilihlah angkutan/ bemo yang ramai agar kamu cepat diantarkan sampai ke Tujuanmu, karena kalau sepi seperti saya tadi (kosong penumpang), bisa-bisa bemo/angkutan tersebut memilih ngetem dulu dan menunggu penumpang.
Kapan ya terminal-terminal di berbagai daerah bisa seaman dan senyaman stasiun atau bahkan bandara?
BalasHapusPadahal termina adalah pintu kedatangan suatu daerah. Jika di awal saja sudah macam begitu bukan kah akan dicap seperti itu selawasnya?
Iya mas, rasa-rasanya masi nyaman di Stasiun mlahan 😂, makanya banyak org mending naik kereta timbang bus
HapusCuma terminal Solo yang menurut saya paling nyaman Mas. :D
HapusBungurasih juga
HapusBungurasih ini lumayan sih, tp paling ngeri kalo high season haha banyak yg nawarin garasi 😂
Hapuskalau di umur mbak yang sekarang kayaknya udah nggak kuat lagi perjalanan darat yang jauh dengan bus dan turun di terminal Lid, selain fisik juga faktor keamanan sih
BalasHapusIya mbak, itu dulu juga iseng kok wkwkw aslinya naik pesawat ya bisa aja, harganya loh beda 30rb aja klo sama pesawat 😂
HapusJadi membayangkan jika berpergian sendirian kemudian dikejar-kejar sama kuli barang T.T aku kan orangnya ga enakan ya... huhu
BalasHapusJangan dibayangkan mbak huhahaa lagian gak aman juga kalo cewek sendirian 😂 apalagi dg darat dan lintas pulau
HapusKalau seandainyapun sendirian, mending naik pesawat aja 😂
Kalo baca Gili Trawangan langsung keinget tiket promo yg dulu terpaksa gak kepake.
BalasHapus